2 Tren Baru Yang Harus Disambut Pemilik Bisnis Dengan Strategi Baru

0
2
strategi layanan prima

startup atur tokoMarketing.co.id – Berita UMKM | Digitalisasi yang terus berkembang telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam berbelanja yang saat ini serba online. Riset Boston Consulting Group mengenai tren conversational commerce di 9 negara menyebutkan, sebanyak 21% masyarakat Indonesia lebih memilih belanja online lewat akun resmi dari sebuah brand.

Tak hanya itu, belakangan juga ramai tren belanja melalui platform social commerce, salah satunya adalah TikTok Shop. Pengguna aktif bulanan TikTok di Indonesia mencapai angka yang fantastis yakni 99,1 juta orang pada April 2022. Kedua hal ini adalah tren yang harus di sambut dengan strategi baru oleh para pemilik bisnis.

Startup Atur Toko menyatakan siap mendukung pengembangan bisnis bagi perusahaan menengah dan besar di skala lokal dan global melalui ragam fitur teknologi terbarunya. Hingga saat ini Atur Toko memiliki produk unggulan OmniPOS, BuatToko,  dan AturToko+ yang di dalamnya terdapat layanan AturSosmed, AturChat, AturGudang, TikTok Shop dan Application Develipment.

Sistem yang terintegrasi memungkinkan perusahaan memonitor tokonya di berbagai platform marketplace hanya dengan satu dashboard. Dalam dashboard ini, perusahaan bisa mendapatkan data penjualan, stok produk, layanan branding, pinjaman modal, hingga chatboard.

CEO dan Co-Founder Atur Toko, Bagus Dewantara mengatakan, tren kebiasaan masyarakat Indonesia untuk belanja online harus disambut dengan cermat dan positif melalui strategi baru oleh para pemilik bisnis, di antaranya dengan menyederhanakan ragam saluran penjualan melalui suatu sistem yang terintegrasi yaitu omnichannel. Berangkat dari hal tersebut, Atur Toko dengan bangga mengumumkan penambahan ragam fitur terbaru, salah satunya integrasi OmniPOS dengan social commerce yang saat ini berkembang pesat, Tiktok Shop.

Dengan penambahan Tiktok Shop, marketplace yang terintegrasi dengan teknologi OmniPOS berjumlah total enam marketplace. Sebelumnya, Atur Toko telah terintegrasi dengan lima marketplace besar di Indonesia seperti Shopee, Tokopedia, Blibli, Lazada, dan Bukalapak. Melalui pembuatan master data di dalam satu dashboard, OmniPOS membantu meningkatkan efisiensi pengelolaan stok, pemesanan sampai dengan pengunggahan gambar produk.

“Keunggulan OmniPOS Atur Toko adalah dapat menyelaraskan stok toko offline dan toko online. Sehingga, para pemilik bisnis tidak perlu mempunyai banyak sistem untuk mengelola usahanya,” papar Bagus.

Melalui penambahan fitur produk jasa tersebut, Atur Toko mulai memantapkan untuk menjangkau korporasi menengah dan besar sebagai mitra strategisnya. Meski demikian, Atur Toko berkomitmen tetap mendukung pemerintah membantu UMKM Indonesia untuk go digital. Hingga saat ini, pemerintah mencatat 17,2 juta UMKM telah bergabung dalam ekosistem Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), dan menargetkan 30 juta UMKM go digital pada 2023.

“Atur Toko akan terus mendukung industri kecil dan menengah di Indonesia, mengingat potensinya yang luar biasa dan berperan besar dalam meningkatkan perekonomian nasional. Dukungan ini kami kemas dengan menggandeng pemerintah daerah melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam penyediaan AturGudang dan layanan omnichannel serta pendampingan digitalisasi kepada UMKM setempat. Hingga saat ini, AturGudang telah tersedia di wilayah Garut, Gorontalo, Bekasi, Kalimantan Barat, dan Mojokerto,” lanjut Bagus.

Atur Toko juga optimis untuk mengembangkan sayap hingga ke kancah global di Asia Tenggara. Sebagai langkah awal, Atur Toko turut terlibat dalam perhelatan Malaysia Agriculture, Horticulture & Agrotourism (MAHA) Expo pada Agustus lalu yang diselenggarakan oleh pemerintah Malaysia.

MAHA Expo merupakan kegiatan dua tahunan yang bertujuan untuk mempromosikan industri agrikultur dan berbasis agro (agro-based). Di event ini, Atur Toko terlibat secara white labelling dalam pembuatan platform digital eMAHA, online marketplace untuk membantu seller UKM yang terlibat di MAHA Expo berjualan di e-commerce.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.