Dirikan Milis untuk Membuka Market

0
1109

www.marketing.co.id – Tak terasa sudah lima tahun berlalu. Suka dan duka pernah dirasakan Fatmah Bahalwan selaku pendiri dan pengelola Natural Cooking Club (NCC)-sebuah milis kuliner. Seperti apakah kisahnya?

Dimulai hanya dari empat orang anggota, milis NCC kini telah berkembang cukup besar dengan jumlah anggota sekitar 10.000 orang. Milis yang berdiri 15 Januari 2005 ini kian mendapat perhatian ketika diskusi seputar kuliner menjadi interaktif semua anggota bisa posting hingga menjawab pertanyaan yang masuk.

“Adanya milis ini dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah membuka sarana untuk berkomunikasi bagi peserta kursus yang saya dirikan. Waktu itu, saya membuka kursus masak dengan nama ‘Ibu Fatmah’. Dari beberapa peserta kursus sering menanyakan sejumlah hal yang diajarkan. Jadi untuk memudahkan, dibuatlah milis NCC,” kata Fatmah yang ditemui di markas NCC, Matraman Dalam, Jakarta Pusat.

Fatmah mengungkapkan, sebelumnya dia tidak pernah menyangka bahwa milis NCC yang dibuatnya bisa menarik animo banyak orang—khususnya para ibu yang tertarik dan gemar memasak. “Saya melihat, para ibu yang tertarik dengan kuliner banyak sekali. Namun, banyak pula yang memiliki keterbatasan informasi dan pengetahuan seputar resep, bahan, dan toko-toko kue. Oleh karena itu, NCC menjembatani dan menyebarluaskan informasi tersebut,” ungkap dia.

Sebenarnya, banyak milis dan komunitas sejenis NCC. Sayangnya, Fatmah menambahkan, milis-milis tersebut tidak interaktif sehingga anggota pun tidak antusias untuk berinteraksi lebih lanjut. Hal inilah yang membedakan NCC dengan milis lain. Tak hanya itu, berkaca pada pengalaman, Fatmah mengungkapkan bahwa semua informasi dan resep terbuka untuk anggota—tanpa ada istilah “resep rahasia”.

“Di dunia kuliner, memang terkadang ada beberapa resep yang ditutupi agar tidak mudah ditiru, begitu juga dengan perlengkapan bahkan sampai mendapatkan bahan pun terkadang masih tertutup informasinya. Saya pernah merasa kecewa ketika mendapatkan resep yang salah dari seseorang. Dari kejadian itu, saya belajar dan terus membagi informasi yang benar kepada orang lain,” ungkap istri dari Wisnu Ali Martono ini.

Oleh karena itu, untuk membuka informasi yang selama ini terkesan tertutup, Fatmah pun mengadakan kegiatan  bersama anggota lain dipertengahan tahun pertama milis  terbentuk. Kegiatan tersebut diberi nama TdT atau Tour d’Toko. Dia menjelaskan, kegiatan tersebut untuk menambah pengetahuan bagi para anggota dalam mencari keperluan baking di beberapa toko di Jakarta.

“Sejauh ini, hubungan sesama anggota tercipta dengan baik. Mereka sudah mengetahui dan memahami peraturan-peraturan yang ditetapkan NCC. Misal, diskusi hanya terkait masalah kuliner, penulisan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, serta posting yang berisikan pengumuman ditujukan ke moderator terlebih dahulu,” kata Fatmah.

Lambat laun, milis NCC pun meluas dan jumlah anggota terus bertambah. Penyebarannya tak hanya dari mulut ke mulut, tapi juga merambah ke beberapa Blog, Facebook, hingga Twitter. Untuk itu, Fatmah pun mulai disibukkan dengan beberapa agenda kegiatan di NCC. Jika awalnya hanya membuka pasar untuk kursus memasak saja, kini NCC sudah membuka beberapa kelas kursus lain, namun masih bersentuhan dengan kuliner.

“Saya ingat, waktu itu kursus hanya dilakukan satu bulan sekali. Kemudian menjadi dua minggu sekali, dan sekarang setiap hari pasti ada kursus, baik di NCC Matraman maupun beberapa lokasi lain. Kelas yang dibuka pun bermacam-macam. Dari aneka jajanan tradisional, aneka kue, food photography, sampai blogging class,” terang mantan sekretaris eksekutif bank syariah swasta tersebut.

Pengajar di tempat kursus ini tidak hanya Fatmah, tetapi dia melibatkan beberapa pengajar profesional, seperti Riana Ambarsari, Peni Respati, Widya Hidayat, Desi Anwar, Eka Arei, Nadrah Shahab, dan Gemi Miranti. Setiap pengajar memiliki pengetahuan dan kemampuan sesuai dengan hal yang dimilikinya. Fatmah mengungkapkan, tidak semua orang memiliki keterampilan yang sama. Ada yang ahli masak, tetapi tidak pandai membuat kue atau sebaliknya.

Kini, suasana yang terbangun sesama anggota milis NCC layaknya sebuah keluarga besar. Dengan sendirinya, interaksi antar-anggota terbangun melalui kegiatan-kegiatan rutin yang digelar NCC. Adapun beberapa kegiatan yang digelar antara lain, Home Made Food Fiesta yang diselenggarakan setiap tahun, mencetak Rekor MURI dengan menghias cake dan cupcake, Tour d’ Toko, Tour d’Pasar, Demo Member, Cooking & Baking Party, Bakulan Kue, Lempar-lemparan Order, hingga Catering Management.

Untuk mempererat kedekatan, NCC pun telah menerbitkan beberapa buku kuliner. Buku-buku tersebut adalah Direktori Bakul Kuliner NCC 2010, Seri 60 Resep Anti Gagal – Snack Manis & Gurih, Seri 60 Resep Anti Gagal – Cake & Cookies, Cake Decorating dengan Fondant – Step by Step, Cake Decorating Basic dengan Butter Cream – Step by Step, 45 Amazing Cup Cakes, Cookies Hias, Cantik & Kreatif, dan 18 Cake & Cookies – Step by Step + Jurus-jurus Jitu.

“Dari komunitas ini, semangat untuk sharing antar-anggota begitu kuat. Berawal dari keinginan untuk belajar akhirnya berkembang menjadi sebuah lahan bisnis baru bagi para anggota. Semua kumpul di milis NCC, mulai dari penjual, produsen, hingga pembeli. Bahkan, menariknya lagi, dengan adanya komunitas ini pun menciptakan lahan pekerjaan baru, yakni jasa pengantar kue.”(Digital Marketing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.