Foxconn: Pendirinya Bekas Buruh Pabrik

0
1262
Terry Gou, pendiri Foxconn
Terry Gou, pendiri Foxconn
Terry Gou, pendiri Foxconn

Foxconn terkenal karena dominasinya sebagai manufaktur oursourcing di sektor 3C (Computer, Communication, and Consumer-electronics). Sehingga populer di kalangan perusahaan dari Eropa, Jepang, dan Amerika yang ingin mengurangi biaya tenaga kerja tanpa mengorbankan kualitas. Kualitas tinggi telah menjadi standard yang tidak bisa dikompromi sehingga dipercaya oleh berbagai perusahaan kelas dunia seperti Apple, Amazon, Sony, BlackBerry, Xiaomi, Motorola, Huawei, dan sebagainya.

Apa yang membuat Foxconn bisa dipercaya oleh perusahaan global terkemuka? Perusahaan yang didirikan oleh Terry Gou pada 1974 dengan nama Hon Hai Precision Industry Company Ltd ini memiliki keunggulan kompetitif yang berasal dari model bisnis eCMMS dan budaya Foxconnian – sebutan untuk karyawan yang bekerja di Foxconn – yang unik.

eCMMS adalah singkatan dari e-enabled Components, Modules, Moves and Services. Ini adalah model bisnis one stop shopping vertikal yang mengintegrasikan kemampuan mekanik, listrik, dan optik sekaligus. Ini mencakup solusi mulai dari pencetakan, perkakas, bagian mekanis, komponen, modul, sistem perakitan, desain, manufaktur, pemeliharaan, logistik, dan lain-lain.

Melalui model bisnis eCMMS ini, Foxconn tidak hanya menjadi manufaktur 3C terbesar di dunia, tetapi juga di waktu yang sama memiliki rantai pasokan (supply chain) terpendek. Mereka mendefinisikan produk perusahaan pada kecepatan, kualitas, engineering services, fleksibilitas dan hemat biaya. Foxconn juga mengklaim sebagai perusahaan perttama yang menggunakan teknologi CNC untuk produksi yang meliputi lebih dari 80.000 mesin.

Foxconn

Kerangka pengembangan teknologi Foxconn saat ini diklaim mencakup seluruh spektrum teknologi. Mereka memproduksi berbagai jenis perangkat dari seperti wearable, smartphone, tablet, notebook, komputer desktop, TV portable, papan tulis digital, signage digital, kendaraan listrik, dan robot. Juga mengembangkan produk jaringan dan solusi untuk internet, internet of things, dan smart grid.

Perusahaan yang berkantor pusat di Taiwan ini menerapkan standard kualitas level tinggi dalam memproduksi setiap perangkat. Sebagai contoh saat memproduksi smartphone InFocus, proses desainnya body-nya dibuat dengan keahlian yang presisi memakai logam dengan 8 CNC process.

“Proses ini digunakan di sektor manufaktur yang melibatkan penggunaan komputer untuk mengontrol peralatan mesin (computer numeric control) yang mencakup internal structure & processing, the antenna structure processing, screen structure processing, 3D side hoe machining, 360 drilling Qieja, structure end milling, dan overall polishing process. Semuanya dilakukan dengan ketelitian tingkat tingggi menggunakan teknologi mutakhir,” ungkap Terry Gou, CEO Foxconn.

Hal yang sama dilakukan pada produksi iPhone. Namun prosesnya lebih rumit lagi karena tiap komponennya didatangkan dari berbagai Negara, kemudian disatukan dan dirakit di pabrik Foxconn sebelum diedarkan ke seluruh dunia.

Sosok di Balik Sukses Foxconn

Foxconn berkantor pusat di Taiwan tersebut masuk dalam 32 perusahaan teratas pada Forbes 500, dengan revenue US$ 148 Billion dan jumlah karyawan mencapai sekitar 1,5 juta serta memiliki hak paten lebih dari 54 ribu di seluruh dunia.

Kesuksesan Foxconn tidak lepas dari sosok hebat, Terry Gou. Pria yang memiliki nama asli Gou Tai-ming ini lahir pada 8 Oktober 1950. Setelah lulus dari perguruan tinggi, ia menjadi buruh pabrik karet sampai berusia 24 tahun. Setelah memiliki modal, ia memutuskan untuk mendirikan perusahaan sendiri. Dengan total modal US$ 7.500 atau sekitar Rp 101 juta, ia mendirikan Hon Hai Precision Industry Company Ltd atau lebih dikenal dengan nama Foxconn. Kini Foxconn menjelma sebagai perusahaan raksasa dunia berkualitas tinggi di bidang manufaktur.

Belum lama ini juga Foxconn mengakuisisi 66 persen saham Sharp. Akuisisi tersebut dinyatakan sah dan bebas dari masalah antitrust (monopoli). Hal ini dikatakan Kementerian Investasi Taiwan setelah melakukan evaluasi terhadap investasi inbound (investasi dari luar negeri) dan outbond (investasi dari dalam negeri) terhadap kedua perusahaan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.