Langkah Mengatasi Laju Perubahan Iklim: Menjadi Agency PR yang Ramah Lingkungan

0
43
Brian Griffin CEO Vero, agensi PR konsultan terbesar di Asia Tenggara
Brian Griffin CEO Vero, agensi PR konsultan terbesar di Asia Tenggara
Brian Griffin CEO Vero, agensi PR konsultan terbesar di Asia Tenggara
Brian Griffin CEO Vero, agency PR konsultan terbesar di Asia Tenggara

Marketing.co.id – Berita Marketing | Isu perubahan iklim saat ini semakin bergaung dan bahkan terasa sangat nyata karena bisa kita saksikan sendiri apa yang terjadi. Untuk mencegah perubahan iklim yang semakin cepat tersebut, semakin banyak pihak yang merasa bahwa setiap orang haruslah mulai bekerja sama di berbagai sektor.

Sektor yang dirasa harus cepat bergerak untuk mengatasi laju perubahan iklim ternyata tidak hanya datang dari perusahaan yang bergerak di bidang bisnis maupun lingkungan namun juga dari agency PR (Public Relation) profesional.

Vero, merupakan sebuah agensi PR konsultan terbesar di Asia Tenggara dan memiliki kantor di Vietnam, Thailand, Indonesia, Myanmar, dan Filipina. Vero dinobatkan sebagai PRovoke’s Southeast Asia Consultancy of the Year in 2021 dan menjadi finalis di tahun 2022 ini. Provoke dan PR Week juga menobatkan Vero sebagai Best Places to Work in Asia Pacific in 2022 dengan Provoke menunjuk Vero sebagai salah satu agensi konsultan paling progresif di daerah tersebut.

Perjanjian Clean Creatives demi pencegahan perubahan iklim

Dalam rangka menjadi bagian dari pencegahan perubahan iklim, saat ini Vero berfokus menjadi agensi PR yang tidak bekerja sama dengan perusahaan manapun yang berbahan bakar fosil.

CEO Vero Brian Griffin kepada Marketingcoid menjelaskan bahwa Vero sudah menandatangani perjanjian Clean Creatives sehingga ke depannya berkomitmen untuk tidak mengambil kontrak ataupun bekerja sama dengan perusahaan bahan bakar fosil atau kelompok perdagangan mereka. Perjanjian Clean Creatives tersebut tersedia untuk individu PR maupun profesional periklanan.

Bahan bakar fosil dan investasi brand

Menurut Brian Griffin, ada ratusan bahkan ribuan brand ternama yang tidak berkaitan dengan bahan bakar fosil yang membutuhkan konsultasi dari agensi-agensi PR. Sehingga, kenyataannya hampir semua perusahaan ataupun organisasi manapun dapat memperoleh manfaat dari jasa PR.

Lebih jauh Brian Griffin mengatakan bahwa Vero menandatangani perjanjian Clean Creatives  karena percaya bahwa transisi menuju energi yang lebih bersih harus berlangsung lebih cepat, demi membantu melindungi dunia dari dampak perubahan iklim yang semakin parah. “Dan, kami percaya bahwa kampanye PR dalam mendukung merek bahan bakar fosil setara dengan pencitraan palsu (greenwashing) dalam bentuk yang paling merusak,” ucapnya.

Perjanjian Clean Creatives ini juga untuk menegaskan bahwa merek bahan bakar fosil membuat sebuah dampak negatif yang besar bagi lingkungan sehingga seharusnya bahan bakar fosil tersebut tidak bisa menginvestasikan keuntungan mereka dalam kegiatan komunikasi yang memungkinkan bisa mengaburkan masalah perubahan iklim.

Sebuah studi dari Influence Map baru-baru ini mengilustrasikan adanya hal yang tidak sesuai antara apa yang dikomunikasikan oleh brand bahan bakar fosil kepada publik dan cara mereka berinvestasi dalam energi. Studi tersebut menggambarkan bahwa brand bahan bakar fosil, dan termasuk juga agensi PR mereka mengomunikasikan 60% pesan kampanye mereka tentang transisi menuju energi terbarukan. Namun, hanya 12% dari investasi yang digunakan tersebut untuk pengembangan energi terbarukan. Sementara, 88% sisanya untuk eksplorasi dan ektraksi bahan bakar fosil.

Untuk menjadi bagian dari menyelamatkan bumi dari perubahan iklim, menurut Brian Griffin sangatlah mudah. “Pada kenyataannya  perjanjian Clean Creative sangat mudah untuk ditandatangani. Yang harus dilakukan adalah berkomitmen untuk tidak mengambil kontrak atau bekerja sama dengan perusahaan bahan bakar fosil atau kelompok perdagangan mereka. Hanya butuh satu menit untuk menandatangani perjanjian ini. Dan, perjanjian tersebut tersedia untuk individu PR dan profesional periklanan. Siapa pun dalam industri PR dapat menandatangani perjanjian ini asalkan mereka berkomitmen untuk berhenti bekerja dengan brand bahan bakar fosil,” katanya.

Kerja sama dengan klien energi terbarukan

Meski sudah menandatangani perjanjian Clean Creatives, Vero yakin tetap dapat mendapatkan banyak peluang bekerja dari klien yang tidak menggunakan bahan bakar fosil. Menurut Brian, saat ini banyak perusahaan energi terbarukan, misalnya tenaga surya, yang ada di Indonesia.

Mengenai peluang kerja sama dengan klien yang tidak menggunakan bahan bakar fosil, Brian mengatakan ada ratusan bahkan ribuan brand ternama yang tidak berkaitan dengan bahan bakar fosil yang membutuhkan jasa konsultan dari agensi-agensi PR. Pada kenyataannya hampir semua perusahaan atau organisasi manapun dapat memperoleh manfaat dari jasa PR.

Perjanjian ini hanya mewajibkan agensi-agensi PR dan profesional PR berhenti bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang mengekstrak bahan bakar fosil dan asosiasi perdagangan yang berhubungan dengan perusahaan-perusahaan tersebut. Sementara itu, agensi-agensi PR dan profesional PR yang menandatangani perjanjian tersebut dapat bekerja sama dengan berbagai macam industri lainnya, mulai dari teknologi, barang konsumsi, travel,  hiburan, hingga finansial, dan banyak lagi sektor lainnya.

“Poin dari perjanjian Clean Creative adalah untuk mengatakan bahwa merek bahan bakar fosil membuat sebuah dampak negatif yang besar bagi lingkungan dan seharusnya merek bahan bakar fosil tersebut  tidak diizinkan untuk menginvestasikan keuntungan mereka dalam kegiatan komunikasi yang dapat mengaburkan masalah perubahan iklim,” jelasnya.

Menurutnya, nilai terbesar di Vero adalah percaya dan mempercayai orang-orang dalam agensi untuk melakukan hal yang benar. Ketika berkaitan dengan merek bahan bakar fosil, maka orang-orang akan tahu mana langkah yang benar dan baik demi masa depan planet bumi, dan masa depan Vero adalah menolak segala pencitraan palsu. Dengan menarik diri dari dukungan PR kepada merek bahan bakar fosil, dunia akan menjadi lebih baik untuk merasakan kualitas wacana yang lebih baik dari masalah, regulasi yang lebih baik, dan terutama, membuat transisi yang lebih cepat menjadi tenaga yang lebih bersih.

Tantangan di Indonesia

Tantangan selanjutnya yaitu penggunaan bahan bakar fosil di Indonesia sangat tinggi sementara harganya juga semakin meningkat. Maka, bidang keahlian Vero dalam hal ini yaitu komunikasi menjadi jembatan antara industri PR dan bahan bakar fosil. Vero menyadari bahwa energi adalah masalah yang besar dan orang-orang di dunia merasakan dampak dari kenaikan energi tersebut.

Brian Griffin percaya bahwa dunia perlu melakukan transisi yang lebih cepat menuju energi bersih dan itulah alasan yang melatarbelakangi Vero untuk menandatangani perjanjian Clean Creative dan menjadi alasan untuk lebih bersikap vokal lagi untuk mengajak agensi PR dan professional PR lain untuk menandatangani perjanjian tersebut bersama-sama.

“Tujuan kami adalah menghimpun 500 pekerja profesional PR di Asia untuk menandatangani perjanjian  ini. Kami berharap banyak pekerja profesional dari Indonesia yang turut andil dalam perjanjian ini. Kami percaya bahwa profesional muda memiliki kepedulian terhadap perubahan iklim. Dan, ini adalah salah satu cara bagi para profesional PR untuk mengambil tindakan yang dapat membantu menggerakkan dunia menuju energi yang lebih bersih,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.