Marketing Awards 2014, Edukasi AHASS pada Teknologi Terbaru

0
1325
Octavianus Dwi Prijanto, Operation Division Head Honda (kacamata kiri) bersama dengan tim Honda lainnya
Octavianus Dwi Prijanto, Operation Division Head Honda (kacamata kiri) bersama dengan tim Honda lainnya
Octavianus Dwi Prijanto, Operation Division Head Honda (kacamata kiri) bersama dengan tim Honda lainnya
Octavianus Dwi Prijanto, Operation Division Head Honda (kacamata kiri) bersama dengan tim Honda lainnya

Hari pertama penjurian Marketing Awards 2014 telah rampung digelar. Beberapa perusahaan yang mengikuti event tersebut telah melakukan presentasi strategi marketing guna dinilai, apakah marketing plan yang mereka siapkan dapat dinilai juri sebagai yang terbaik dari perusahaan lainnya.

AHASS, bengkel resmi sepeda motor Honda yang tampil di hari pertama Marketing Awards, Selasa 23 September kemarin mengaku terus melakukan edukasi guna memberikan value lebih kepada public mengenai teknologi terbarunya. Menurut mereka, strategi semacam ini sangat efektif, apalagi untuk memperkenalkan teknologi terbaru yang kini sudah dipakai oleh motor keluaran Honda.

Teknologi tersebut adalah FI, atau yang biasakita kenal dengan injeksi.

“Untuk tahun ini, kami menggunakan teknologi FI pada semua motor yang kami luncurkan, mulai sekarang, semua motor baru besutan Honda sudah tidak ada lagi yang menggunakan system karburator,” kata Octavianus Dwi Prijanto, Operation Division Head Honda.

“Ini juga merupakan basic teknologi yang kami kembangkan terkait dengan lingkungan, energi yang terbarukan, serta sustainability,” lanjutnya.

Hanya saja, tidak semua orang bisa langsung menerima mentah-mentah teknologi terbaru terkait sepeda motor tersebut. Beberapa alasan seperti mahalnya ongkos produksi yang dapat meningkatkan harga jual motor, sulitnya menemukan bengkel yang menyediakan system injeksi, hingga proses servis yang lebih sulit ketimbang karburator menjadi alasan konsumen tetap kekeuh pilih motor dengan teknologi lama.

Alasan inilah yang kemudian membuat Honda merasa, “Kalau hanya sekadar promosi, nggak bakal ngena kekonsumen,” jelas Octa.

Mereka pun kemudian melakukan edukasi kepada masyarakat yang jadi pangsa pasarnya.

“Untuk produksi memang agak lebih mahal, tapi kami mencoba untuk menyesuaikan harga yang fair dan reasonable bagi konsumen dengan melakukan kreatifitas dan efisiensi,” ucap Octa menanggapi terkait harga jual motor FI.

Mengenai edukasi lainnya, ia pun melanjutkan, “Kami sosialisasikan lewat ATL dan BTL, ke sekolah-sekolah, juga ke bengkel-bengkel untuk edukasi customer. Semua itu kami lakukan guna menciptakan persepsi bahwa kami tidak lebih mahal dan perawatannya sulit. Karena faktanya, seluruh bengkel resmi AHASS sudah bisa melayani servis motor system injeksi.”

Mengenai isu kenaikan BBM yang menjadi regulasi pemerintah mendatang, Octa mengaku bahwa hal tersebut bukanlah tantangan terberat bagi pihaknya. Karena menurutnya, semua itu dialami oleh para pemain, bukan hanya Honda.

“Tantangan terberat justru ada di diri kami sendiri, karena kami pemimpin pasar, jadi kami nggak boleh lengah, Kami harus mengetahui kebutuhan market seperti apa, berkembangnya sejauh apa, selanjutnya baru mencermati kompetitor. Akan lebih baik kalau kita tahu apa maunya konsumen, baru lihat ke kompetitor,” terangOcta.

Hanya saja, mereka mengaku masih belum menghitung, dari 3% peningkatan yang diterima tahun ini, berapa sumbangan yang diberikan oleh teknologi FI tersebut.

Penjurian Marketing Awards 2014 sendiri berlangsung selama dua hari (23-24 September 2014) di hotel J.W Marriot, Mega Kuningan, Jakarta.

 

Photo by: Tribun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.