Pentingnya Digitalisasi UMKM Bagi Perekonomian Indonesia

0
758
menulis online di kbm app

menulis online di kbm appPerampingan kebijakan usaha, termasuk menghadirkan program untuk mempermudah pengurusan izin bagi UMKM yang ingin go digital diperlukan untuk mendukung pertumbuhan UMKM.
Marketing.co.id – Berita UMKM | UMKM di Indonesia saat ini menjadi kontributor terbesar dalam lapangan kerja di Indonesia. Menurut riset yang dilakukan Blibli bersama Harian Kompas dan Boston Consulting Group (BCG) bertajuk “Digitalisasi UMKM – Kunci Pertumbuhan Inklusif Perekonomian Indonesia”,  77% dari responden UMKM mempekerjakan orang-orang dari komunitas mereka, di mana satu UMKM dapat memunculkan hingga 5 kesempatan di lapangan kerja setempat.
CEO Blibli Kusumo Martanto mengatakan Blibli telah bagaimana setiap UMKM telah menciptakan value chain yang berharga bagi ekonomi. Di hulu, UMKM menyerap hasil produksi para penyedia bahan mentah. Kemudian, UMKM membuka lapangan kerja bagi komunitas sekitar saat proses pembuatan produk dan pengoperasian bisnis. Lalu di hilir, mereka memunculkan kesempatan usaha baru bagi distributor dan pedagang eceran yang membawa produk UMKM ke pasar-pasar di seluruh Indonesia.
“Temuan tersebut menekankan peran penting yang dimainkan UMKM bagi ekonomi Indonesia. Maka itu, sangatlah tepat bagi semua sektor untuk berkolaborasi demi menjaga keberlangsungan UMKM terutama di tengah pandemi. Hal ini juga yang mendorong Blibli untuk selalu bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga institusi keuangan, dalam menjalankan inisiatif pemberdayaan UMKM, termasuk pelatihan digital entrepreneurship,” lanjut Kusumo.
Sebab itu, meningkatkan literasi digital, atau digital literacy, UMKM sangat krusial karena teknologi akan mempertebal kemampuan mereka untuk melampaui tantangan dalam berbisnis, khususnya yang dihadirkan oleh pandemi dalam bentuk penurunan penjualan, penyusutan sumber permodalan, dan penyumbatan jalur distribusi.
Selama 10 tahun, Blibli memberikan pendampingan intensif bagi UMKM melalui berbagai cara, mulai dari program mentorship dengan ahli pemasaran hingga kelas pelatihan online untuk mengajarkan penggunaan teknologi digital. Pelatihan sangat diperlukan karena UMKM diharuskan untuk semakin mengembangkan produk dan usaha, mulai dari membuat pengemasan yang modern hingga mendapatkan sertifikasi yang relevan, agar memenangkan pelanggan dan kompetisi pasar di platform online. Blibli pun telah bekerja sama dengan pemerintah, termasuk Kementerian Koperasi dan UMKM, Smesco Indonesia, dan Sekretariat Negara, untuk membantu UMKM.
Peneliti Litbang Kompas BE Satrio menambahkan bahwa mayoritas UMKM sudah memahami pentingnya teknologi digital, di mana 74% UMKM yang disurvei telah familiar dengan kehadiran eCommerce. Namun, hanya 20% yang memiliki literasi digital memadai untuk memanfaatkan teknologi secara optimal. Terbatasnya literasi digital berakar dari berbagai sumber seperti kurangnya akses ke perangkat teknologi dan pendanaan.
“Meningkatkan literasi digital membutuhkan pendekatan multisektoral. Semua pihak juga selayaknya bahu-membahu karena digitalisasi UMKM akan menciptakan multiplier effect yang membawa balik manfaat ke seluruh sektor ekonomi. UMKM yang sudah go online menghasilkan pendapatan 1,1 kali lebih tinggi dibanding yang offline dan penghasilan yang lebih baik ini memungkinkan UMKM online untuk semakin memperluas bisnis, dengan demikian menyerap lebih banyak sumber daya.”
Sementara itu, President Director PT Boston Consulting Indonesia Haikal Siregar menyatakan bahwa multiplier effect yang dihasilkan digitalisasi UMKM pada akhirnya akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi inklusif Indonesia di masa depan.
“Peningkatan digital literacy UMKM hingga menyentuh 50% akan berdampak pada pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dengan nilai yang diperkirakan sebesar US$ 38 miliar. Selain menghadirkan kanal penjualan, teknologi digital juga membantu UMKM memperluas akses ke permodalan karena data dari platform digital dapat digunakan sebagai insights saat merancang program peminjaman yang sesuai dengan sektor tersebut,” tambah Haikal.
Riset juga menyimpulkan bahwa perampingan kebijakan usaha, termasuk menghadirkan program untuk mempermudah pengurusan izin bagi UMKM yang ingin go digital, diperlukan untuk mendukung pertumbuhan UMKM.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.