Waspadai Risiko Kejahatan Siber

0
15
ITSEC Asia 2023
jumpa pers ITSEC: Cyber Security Summit 2023, Kamis (19/01/23, di JW Marriott, Jakarta

Marketing.co.id  –  Berita Digital Techno | Di tengah berbagai kemudahan yang dihadirkan oleh teknologi digital berbasis internet, mengintai sejumlah kejahatan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Kejahatan siber tingkat tinggi baru-baru ini telah menyebabkan perusahaan di seluruh dunia mengantisipasi kemungkinan adanya kerentanan dan implikasi negatif pada bisnis mereka.Tahun lalu, total pengeluaran keamanan siber di Asia Tenggara diperkirakan mencapai USD1,90 miliar dan diperkirakan akan tumbuh hingga USD5,45 miliar pada tahun 2025.

“Sebagai perusahaan penyedia jasa keamanan informasi, kami harap acara ini dapat menjadi ajang bagi para pemangku kebijakan cybersecurity untuk saling bertukar informasi, ide, dan gagasan, serta memberikan wawasan yang dibutuhkan dalam membangun ekosistem keamanan informasi yang tangguh di Indonesia”, tutur Andri Hutama, Putra President Director ITSEC Asia, saat jumpa pers ITSEC: Cyber Security Summit 2023, Kamis (19/01/23, di Jakarta.

Jumpa pers dihadiri Patrick Dannacher, CEO of StoneTree Group yang menyoroti perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat di Indonesia di berbagai sektor yang harus disertai dengan meningkatnya kesadaran akan urgensi dari infrastruktur siber yang tangguh, mulai dari sumber daya manusia yang kompeten, hingga sistem keamanan yang tepat.

Baca juga: Kejahatan Siber Marak Terjadi, Bagaimana Cara Lindungi Data Pribadi di Media Sosial?

“Meningkatnya isu keamanan siber membuat kita harus cekatan dalam membantu seluruh elemen di Indonesia untuk melindung diri dari setiap ancaman siber yang ada. Dimulai dengan mengedukasi masyarakat dalam memahami masalah yang terjadi, sehingga setiap orang dapat menjaga datanya tetap aman,” katanya.

Sementara itu, Hinsa Siburian, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam pembukaan ITSEC: Cybser Security Summit 2023 mengatakan, keamanan ruang siber nasional itu tidak bisa hanya satu bagian atau satu institusi tertentu, harus bersifat semesta dengan melibatkan semua komponen bangsa. “Pemerintah harus berkolaborasi dengan pelaku bisnis dan akademisi dalam menjaga keamanan ruang digital,”  tutur Hinsa.

ITSEC Asia 2023
jumpa pers ITSEC: Cyber Security Summit 2023, Kamis (19/01/23, di JW Marriott, Jakarta

Hinsa juga memaparkan, bahwa data anomali traffic pada tahun 2022 hasil monitoring dari pusat operasi keamanan siber BSSN ada hampir 1 M atau 976 juta lebih ini anomali ancaman yang ada di ruang siber, seperti malware activity (56,84%), information leak (14,75%), trojan activity (10,90%), dan yang lainnya (17,51%).

Melalui gelaran ITSEC: Cyber Security Summit 2023, ITSEC Asia berupaya memberikan kesadaran, pelayanan dan bantuan untuk membangun ekosistem sehingga dapat menciptakan ruang digital yang aman di kemudian hari.

“Seluruh pihak harus dapat bekerjasama secara konkret dan bergandengan tangan untuk saling membantu, baik BSSN, ITSEC Asia sebagai pelaku usaha, dan pemerintah Indonesia, untuk menjaga keamanan ruang lingkup digital di kemudian hari,” kata Andri

Acara konferensi ini membahas beragam tantangan utama yang perlu diwaspadai oleh institusi dan korporasi dalam lanskap keamanan Teknologi Informasi pada tahun 2023 dan tahun-tahun mendatang.

Tantangan tersebut antara lain munculnya teknologi generasi lanjutan seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligent), Cloud Computing, serta teknologi lainnya. Penjahat siber menciptakan teknik yang lebih kompleks dan efektif yang diharapkan dapat jauh lebih berbahaya – menjadi lebih canggih, dapat beroperasi secara mandiri, dan semakin sulit dideteksi.

Baca juga: Gunakan AI, Meditech+ Bantu Diagnosa Dengan Tepat

Tantangan lainnya, meningkatnya penggunaan perangkat pintar menghadirkan konektivitas yang memungkinkan pemerintah, industri, dan masyarakat untuk mendorong produktivitas dan kemampuan mereka dalam beraktivitas.

Pada tahun 2020, diperkirakan lebih dari 20 miliar perangkat IoT akan terhubung secara global. Penerapan kultur Hybrid Working yang telah diterapkan selama beberapa tahun ini dan diprediksi akan berlanjut hingga beberapa tahun ke depan. Kebutuhan masyarakat akan teknologi semakin tinggi  akan menciptakan peluang besar bagi penjahat siber untuk mengeksploitasinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.